BREAKING NEWS: Tim DVI Kembali Berhasil Identifikasi 6 Korban Sriwijaya Air SJ-182, Ini Nama-namanya

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 6 jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Kamis (14/1/2021) petang. Seluruh korban yang teridentifikasi didapat dari proses rekonsiliasi atau pencocokan sidik jari dari bagian tubuh yang ditemukan dengan sidik jari dalam data kependudukan. Dua korban juga berhasil teridentifikasi dari hasil pemeriksaan sampel DNA.

"Hasil pada hari ini, Tim DVI telah melakukan rekonsiliasi dan berhasil mengidentifikasi sebanyak 6 korban," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis petang. Adapun keenam nama terbaru itu adalah: 1. Ricko (32) nomor manifes 15

2. Ihsan Adhlan Hakim (33) nomor manifes 49 3. Supianto (37) nomor manifes 20 4. Pipit Piyono (23) nomor manifes 8

5. Yohanes Suherdi (37) nomor manifes 14 6. Mia Tresetyani (23) nomor manifes 5 (kru pesawat) Dengan tambahan hari ini, total Tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi 12 jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Tim DVI Polri sebelumnya sudah berhasil mengidentifikasi enam korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Perairan Kepuluan Seribu, Jakarta. Okky Bisma (29) menjadi korban pertama yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri. Hasil identifikasinya diumumkan, Senin (11/1/2021) sore.

Kemudian, Selasa (12/1/2021), tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban lainnya. Ketiganya masing masing atas nama Fadli Satrianto, Khasanah, dan Ashabul Yamin. Rabu (13/1/2021), Tim DVI Polri kembali berhasil mengidentifikasi dua korban lagi atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni.

Sebanyak 306 personil gabungan diturunkan dalam proses identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Kepala Biro Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan tim gabungan yang terlibat merupakan ahli bidang forensik dan kedokteran yang terdiri dari TNI, Polri, dan dari ikatan dokter ahli forensik. "Semua, ahli. Semua dalam bidang forensik, itu ada semua terlibat. Ada kedokteran, TNI, Polri dan dari ikatan dokter ahli forensik kita, ikut dalam tim utk melakukan indentifikasi di sini," kata Brigjen Rusdi pada konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/1/2021).

Ia berharap proses identifikasi jenazah korban berjalan lancar dan efektif untuk membantu keluarga korban. Pihak RS Polri juga memberikan bimbingan psikologis kepada para keluarga korban untuk membantu secara emosional agar dapat menerima musibah "Kita memberikan bimbingan kpd kluarga korban agar keluarga korban scr psikologis tdk terganggu dan bs menerima musibah itu," ujar Rusdi

"Ya, mudah mudahan semua berjalan efektif bisa membantu keluarga korban menerima keadaan dan psikologi keluarga korban bisa tetap normal," lanjutnya. Rusdi belum dapat memastikan secara rinci kapan proses identifikasi jenazah korban dapat diselesaikan. Namun ia dan timnya berupaya bekerja keras untuk dapat mengumpulkan data ante mortem dari para keluarga korban untuk memudahkan dan mempercepat proses identifikasi.

"Tidak ada (target) karena terpenting ketepatan bukan kecepatan, maka kami minta kesabaran keluarga korban," ujarnnya. Sebelumnya Rusdi menyebut hingga pukul 9 pagi, RS Polri Kramat Jati telah menerima 16 kantong jenazah korban dan juga 3 kantong berisi properti korban dari Sriwijaya Air SJ 182 pada Senin (11/1/2021). RS Polri juga telah mendapat 40 sampel DNA, dengan rincian 14 sampel itu didapatkan di RS Polri di Kramat Jati, kemudian 24 sampel didapatkan dari Pontianak, satu sampel dari Jawa Timur, kemudian satu sampel dari Sulawesi Selatan.

"Nanti akan kita update lagi pada pukul 17.00," kata Rusdi. Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi menyebut kondisi jenazah korban yang tidak utuh akan menjadi kendala tersendiri bagi tim DVI dalam melakukan proses identifikasi. "Baru hari ini lah kita akan memeriksan kiriman body part dari TKP. Memang kendala mendapatkan kondisi jenazah tidak utuh tantangannya lebih berat," kata Ahmad Fauzi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Meski demikian, Fauzi mengatakan bahwa tantangan itu tak menyurutkan tim DVI untuk berhenti mengidentifikasi korban. "Tapi tidak berarti itu tidak bisa dilakukan," tambahnya. Fauzi mengatakan, tim DVI memiliki teknik teknik tertentu untuk mengidentifikasi korban dalan kondisi tidak utuh. Sehingga bisa minimalisir sampel tidak dapat dibaca.

Ia pun tak merinci secara detail teknik apa yang akan digunakan dalam proses identifikasi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Kopaska Selamatkan Nelayan yang Mengapung di Perairan Untung Jawa Saat Pencarian Sriwijaya Air
Next post Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Sulawesi, Ada Gambar Tiga Ekor Babi Kutil di Leang Tedongnge