Dinding Rembes dan Tak Kedap Air? Ini 7 Penyebabnya!

Dinding rembes merupakan masalah serius pada bangunan. Keadaan ini bisa melemahkan struktur dan membuat dinding mudah berjamur. Untuk itu, kita memang perlu mengaplikasikan cat waterproofing sebelum masalah ini terjadi.

Ternyata, dinding rembes bisa disebabkan faktor eksternal dan internal. Eksternal bisa berasal dari kondisi lingkungan. Sementara itu, faktor internal bisa berasal dari kesalahan instalasi air hingga kerusakan dinding. Untuk mengatasinya, ayo simak penyebab lengkapnya di sini!

7 Penyebab Dinding Rembes dan Tak Kedap Air

Dinding rembes sangat mengganggu kenyamanan bangunan. Selain itu, risiko jamur juga merugikan kesehatan. Bahkan, nilai bangunan bisa menurun. Untuk itu, mari ketahui penyebabnya untuk mengambil tindakan yang tepat!

1.   Keretakan pada Tembok

Meski terlihat kecil, retakan bisa menjadi jalur masuk air hujan atau uap lembab dari luar. Saat air mulai meresap melalui celah, dinding bagian dalam bisa mengalami lembab dan muncul bercak-bercak jamur.

Retakan biasanya muncul akibat kerusakan struktur bangunan, kualitas plester yang kurang baik, atau pemuaian karena perubahan suhu. Jika tidak segera ditangani, retak ini bisa melebar dan memperparah kerusakan.

Air yang terus masuk dapat merusak lapisan cat, menurunkan kekuatan dinding, serta menimbulkan bau tak sedap. Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksa kondisi permukaan tembok, terutama di musim hujan.

2.   Sistem Drainase Buruk

Jika dinding sering rembes, perhatikan sistem drainase pada bangunan. Saat aliran air di sekitar bangunan tidak lancar, genangan bisa terbentuk dan memberi tekanan pada bagian bawah tembok.

Semakin lama, air tersebut akan meresap melalui pori-pori dinding dan menimbulkan kelembapan di dalam bangunan. Hal ini biasanya terjadi jika saluran air terlalu sempit, tersumbat, atau kemiringannya tidak tepat.

Selain itu, talang yang bocor atau saluran pembuangan yang rusak juga bisa memperparah kondisi rembes. Dinding yang terus terkena air akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

3.   Atap yang Bocor

Tentu saja, rembes pada dinding bisa disebabkan atap yang bocor. Air hujan yang masuk melalui celah kecil bisa meresap ke dalam plafon lalu turun ke dinding. Lama-lama, kelembapan akan muncul di permukaan tembok dan meninggalkan bekas.

Kebocoran atap bisa terjadi karena kerusakan material, sambungan yang longgar, atau saluran air hujan yang tersumbat. Jika dibiarkan, air akan terus masuk setiap kali hujan turun.

Hal ini membuat tembok menjadi rapuh, cat mudah mengelupas, dan ruangan terasa lembab. Untuk itu, sangat penting mengaplikasikan cat waterproofing dari awal.

4.   Uap dan Embun Berlebih

Sering tak disadari, salah satu penyebab rembes pada dinding adalah uap dan embun yang berlebihan di dalam ruangan. Kondisi ini biasanya terjadi di area kamar mandi, dapur, atau ruang cuci.

Uap air yang tertahan akan menempel di permukaan dinding, lalu berubah menjadi embun dan meresap ke dalam tembok. Jika dibiarkan terus-menerus, dinding bisa menjadi lembab bahkan timbul jamur.

Selain mengganggu tampilan, kondisi ini juga bisa berdampak pada kesehatan penghuni rumah.

5.   Temperatur Lingkungan

Lingkungan menjadi faktor eksternal penyebab kelembapan pada dinding. Perubahan suhu yang ekstrem, bisa menyebabkan kondensasi pada permukaan tembok.

Ketika udara lembab bertemu dengan dinding yang dingin, uap air akan berubah menjadi tetesan kecil yang meresap ke dalam permukaan. Hal ini biasanya terjadi di pagi atau malam hari saat suhu menurun drastis.

Dinding yang sering terkena uap ini akan tampak lembab jika tidak segera ditangani. Kondisi ini juga diperparah jika ventilasi udara tidak optimal.

6.   Ventilasi Kurang Memadai

Ketika sirkulasi udara dari ventilasi di dalam ruangan tidak berjalan dengan baik, kelembapan akan menumpuk. Uap dari udara harian seperti memasak, mencuci, atau mandi akan tertahan di dalam ruangan.

Jika dibiarkan, uap tersebut akan menempel di permukaan termasuk dinding lalu berubah menjadi embun. Dari situlah proses perembesan bisa mulai terjadi. Dinding akan menjadi lembab sehingga cat mengelupas.

7.   Cat Mengelupas

Salah satu tanda awal sekaligus penyebab dinding rembes yang sering terjadi adalah cat yang mulai mengelupas. Lapisan cat sebenarnya berfungsi sebagai pelindung permukaan tembok dari kelembapan luar.

Ketika cat mulai rusak, air lebih mudah meresap ke dalam pori-pori dinding. Kondisi ini bisa terjadi karena usia cat yang sudah lama, kualitas bahan yang kurang baik, atau pengaplikasian yang tidak tepat.

Begitu lapisan pelindung ini hilang, air hujan, uap, atau embun bisa langsung menembus tembok. Dalam waktu dekat, dinding akan terasa lembab, muncul bercak, bahkan bisa memunculkan jamur di permukaan.

Dengan mengetahui beberapa penyebab utama di atas, Anda bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan sampai masalah dinding rembes merusak bangunan dan membuat kenyamanan kita menurun.

Hempas Dinding Rembes dengan Waterproofing Terbaik!

Setelah mengetahui semua penyebabnya, Anda perlu tahu kalau mengatasi dinding rembes bisa lebih mudah bersama produk Sika. Sika memiliki pengalaman 114 tahun dan telah meng-handle proyek global seperti Pusat Teknis dan Kantor Limmat di Zurich, Switzerland.

Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Untuk masalah rembes, percayakan pada produk Sikacoat Plus!

Elastisitas produk tinggi, kedap air, mampu menahan UV, serta dapat menutup retak. Produk ini mudah diaplikasikan, tahan alkali, pengerjaan cepat, hingga mampu menutup dengan maksimal. Konsumsi produk juga rendah dan dapat diencerkan dengan air 10%.

Sudah siap melindungi dinding dari masalah rembes? Mari gunakan cat waterproofing Sika yang berkualitas! Bangunan pun terlindungi dari risiko rembes dan lebih kedap air! Ayo dapatkan produk di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post CCTV Blank Screen, Tanpa Gambar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Next post Universitas Pertamina dan Peran Pendidikan Teknik Elektro dalam Revolusi Mobil Listrik Nasional